ANALISIS KEDISIPLINAN KERJA KARYAWAN PADA PT. XYZ GRESIK

  • Putu Nandari Putri Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Roziana Ainul Hidayati Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik
Keywords: Disiplin Kerja, Faktor Internal, Faktor Eksternal, Upaya Peningkatan Disiplin.

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab ketidakdisiplinan kerja dan upaya yang dilakukan perusahaan dalam meningkatkan kedisiplinan karyawan di PT. XYZ Gresik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara kepada lima narasumber dari berbagai jabatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab ketidakdisiplinan terdiri dari faktor internal, seperti kurangnya manajemen waktu, motivasi pribadi, dan tanggung jawab keluarga, serta faktor eksternal seperti jarak tempat tinggal, kemacetan, dan ketidaktegasan perusahaan dalam penegakan sanksi. Upaya perusahaan dibedakan menjadi upaya formal dan non-formal. Upaya formal mencakup pemberian sanksi bertahap dan penghargaan Best Employee, sedangkan upaya non-formal meliputi pendekatan personal, motivasi, dan komunikasi terbuka. Disimpulkan bahwa kombinasi pendekatan struktural dan humanistik diperlukan untuk membangun budaya disiplin yang efektif.

 

Abstract. This study aims to analyze the factors causing work indiscipline and the company’s efforts to improve employee discipline at PT. XYZ Gresik. A qualitative descriptive method was used through interviews with five informants from various positions. The findings reveal that indiscipline arises from internal factors such as poor time management, low personal motivation, and family responsibilities, as well as external factors including long commuting distance, traffic congestion, and the company’s lack of consistency in enforcing sanctions. The company’s efforts are divided into formal and non-formal approaches. Formal efforts include a tiered warning system and annual Best Employee awards, while non-formal efforts involve personal engagement, motivation, and open communication. The study concludes that an integration of structural and humanistic approaches is essential to establish an effective discipline culture.

Published
2026-01-14